160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
930 x 180 AD PLACEMENT

Panen Lebih Awal di Kuningan Perkuat Pasokan Beras Jelang El Nino

750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga di tengah potensi fenomena El Nino yang diperkirakan mulai terjadi pada April 2026. Salah satu faktor penopang berasal dari percepatan panen di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang lebih dulu menyelesaikan masa panen dibanding sejumlah daerah lain.

Hingga akhir Maret 2026, sekitar 78 persen dari total 26.016 hektare lahan sawah di Kuningan telah dipanen, atau setara dengan 20.310 hektare. Puncak panen terjadi pada Maret dengan luas mencapai 12.488 hektare.

Percepatan Panen Jadi Penopang Pasokan Nasional

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi dampak El Nino, termasuk melalui peningkatan produksi dan penguatan sistem pertanian.

Ia memperkirakan fenomena El Nino akan berlangsung sekitar enam bulan mulai April 2026, namun memastikan kondisi pangan nasional tetap aman.

750 x 100 AD PLACEMENT

“Diperkirakan El Nino berlangsung hingga enam bulan, tetapi sektor pangan insyaallah tetap aman,” ujarnya.

Percepatan panen di Kuningan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga pasokan beras sejak awal tahun, terutama di tengah dinamika produksi nasional yang tidak merata antarwilayah.

Distribusi Beras Lebih Merata

Dengan waktu panen yang tidak bersamaan di berbagai daerah, distribusi beras menjadi lebih bertahap dan merata. Hal ini membantu menjaga stabilitas pasokan di pasar sekaligus mengurangi potensi gejolak harga.

Kabupaten Kuningan menjadi salah satu daerah yang lebih awal menyelesaikan panen dibanding wilayah sentra produksi lain, khususnya di kawasan Pantai Utara Jawa.

750 x 100 AD PLACEMENT

Faktor Geografis dan Irigasi Jadi Keunggulan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menjelaskan bahwa keberhasilan percepatan panen tidak lepas dari kondisi geografis wilayah yang berada di daerah hulu dengan ketersediaan air yang relatif stabil.

Selain itu, sistem irigasi yang optimal memungkinkan petani memulai masa tanam lebih awal, bahkan hingga satu bulan lebih cepat dibandingkan daerah lain.

Tren luas panen pun menunjukkan peningkatan signifikan sejak awal tahun, dari 2.669 hektare pada Januari, menjadi 5.153 hektare pada Februari, dan mencapai puncaknya pada Maret sebesar 12.488 hektare.

Jadi Penyangga Sebelum Puncak Panen Pantura

Sementara itu, sejumlah daerah sentra produksi di Pantai Utara Jawa seperti Indramayu dan Cirebon diperkirakan baru memasuki puncak panen pada April hingga Mei 2026.

750 x 100 AD PLACEMENT

Perbedaan waktu panen ini memberikan ruang bagi distribusi pasokan beras secara bertahap, sehingga membantu menjaga keseimbangan stok di berbagai wilayah.

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Dengan capaian tersebut, Kabupaten Kuningan memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Barat. Kontribusi ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan beras nasional di tengah tantangan perubahan iklim.

Pemerintah berharap strategi percepatan panen dan pengaturan pola tanam di berbagai daerah dapat terus dioptimalkan untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga sepanjang tahun.

750 x 100 AD PLACEMENT

Samsul Ma’arif adalah penulis utama di OpiniGarut yang fokus pada isu sosial, politik, dan dinamika lokal di Garut. Dengan gaya penulisan yang tajam dan analitis, ia menghadirkan perspektif kritis serta informasi yang berimbang untuk membantu pembaca memahami berbagai persoalan secara lebih mendalam.

Artikel Lainnya :
930 x 180 AD PLACEMENT